Gaya hidup masyarakat modern membawa perubahan yang sangat besar pada industri F&B. Masyarakat sekarang tidak hanya membutuhkan makanan yang sehat saja tapi juga butuh makanan yang bisa langsung dikonsumsi. Hal inilah yang membuat produk ready to eat menjadi sangat populer saat ini.
Produk ini tidak hanya disukai konsumen tetapi juga disukai para pelaku usaha karena kepopuleran makanan siap saji membuat membuka peluang bisnis yang cukup menjanjikan pada rantai pasok industri F&B, mulai dari distributor, produsen, retail modern sampai pelaku horeca.
Peluang Bisnis Ready To Eat di Era Modern
Bisnis ini membuka banyak peluang untuk berbagai pihak, berikut ini contoh pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dari bisnis ini.
Produsen
Produsen bahan pangan sangat terbantu dengan adanya bisnis makanan siap makan, dengan menjual produk ini bisa memperoleh banyak keuntungan. Contohnya sebagai berikut.
Mendapatkan Laba lebih Besar
Produk yang dijual oleh produsen bisa menghasilkan lebih banyak laba apabila diubah menjadi makanan yang bisa langsung disantap. Contohnya produsen ayam segar bisa menjual ayam berbumbu yang siap makan, produsen ikan bisa menjual menu makanan laut yang siap konsumsi dan produsen sayuran bisa menjual salad premium.
Jangkauan Pasar Semakin Luas
Bisnis ready to eat juga terbukti mampu memperluas jangkauan pasar. Kalau sebelumnya hanya bisa menjangkau konsumen rumah tangga, sekarang bisa menjangkau hotel, restoran, supermarket, perusahaan katering dan marketplace. Dengan adanya target pasar yang lebih beragam maka produsen akan bisa mendapatkan lebih banyak konsumen dan tidak ketergantungan pada satu segmen pelanggan.
Terhindar dari Kerugian Akibat Produk Rusak
Menjual produk seperti sayur atau ayam mentah sangat berisiko mengalami kerugian akibat produk basi atau rusak. Hal ini akan berbeda kalau yang dijual merupakan produk ready to eat meal.
Produk ini tidak mudah rusak atau basi berkat penggunaan teknologi canggih seperti teknologi vacuum packaging atau modified atmosphere packaging sewaktu proses pembuatannya. Hal ini akan mengurangi makanan terbuang sia-sia yang menimbulkan kerugian.
Distributor
Selain produsen, distributor juga ikut mendapatkan keuntungan yang banyak dari bisnis ini. Distributor yang menjalani bisnis ini bisa menjalankan lebih dari satu peran. Kalau sebelumnya hanya sebagai penghubung antara penjual dan pembeli, sekarang bisa menjadi penyedia tempat penyimpanan produk dan menjadi pihak yang memonitoring kualitas produk.
Distributor bisa mendapatkan keuntungan lebih kalau bisa menyediakan transportasi berpendingin yang dapat menjaga suhu dan kualitas produk ready to eat. Dengan menyediakan layanan seperti ini akan ada banyak produsen makanan yang mengajak kerja sama.
Horeca
Horeca atau hotel, restoran dan kafe juga ikut merasakan keuntungan dari bisnis ini, contohnya adalah bisa mempersiapkan makanan dengan lebih cepat. Berkat adanya produk makanan ini, buyer horeca tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan makanan, memasak dan menyajikan makanan. Pelaku horeca tinggal menyajikan makanan ini langsung ke hadapan konsumen dalam kurun waktu yang singkat.
Produk makanan ini juga bisa menjaga kualitas bahan, konsistensi rasa dan porsi makanan sehingga konsumen selalu mendapatkan makanan dengan rasa yang sama setiap kali berkunjung. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan kepuasan konsumen saja tapi juga bisa meningkatkan loyalitas.
Retail Modern
Retail modern juga ikut menikmati keuntungan dari produk siap saji. Contohnya hypermarket, minimarket dan supermarket bisa mendapatkan lebih banyak konsumen dengan menjual nasi box. Produk ini sangat populer di kalangan pekerja dan anak sekolah yang tidak sempat sarapan atau makan siang di rumah.
Kalau menjual produk yang banyak dibutuhkan jumlah pengunjung dan konsumen bisa bertambah secara otomatis sehingga nilai transaksi terus mengalami kenaikan. Selain itu, produk seperti ini juga bisa dikombinasikan dengan produk lainnya, contohnya jus kemasan dengan ayam berbumbu. Kalau bisa menjual dua produk dalam satu waktu nantinya laba semakin besar.
Strategi Menjalankan Bisnis Ready To Eat
Agar bisnis ready to eat bisa berjalan lancar dan dapat berkembang dengan pesat maka perlu menjalankan strategi bisnis yang tepat. Berikut ini beberapa contoh strateginya.
Jual Produk Berkualitas
Sukses dan tidaknya bisnis ini sangat bergantung pada kualitas produk yang dijual. Kalau produknya berkualitas maka akan cepat berkembang bisnis ini. Jadi sangat penting sekali untuk memperhatikan kualitas produk, mulai dari kualitas bahan baku, peralatan yang digunakan sampai dengan kualitas rasa.
Usahakan untuk terus menjual produk berkualitas meskipun sudah terkenal agar konsumen tidak pindah ke pesaing. Selain itu, perlu juga untuk meningkatkan kualitas dan membuat inovasi produk agar konsumen tidak bosan.
Lakukan Promosi secara Intens
Agar produk cepat dikenal masyarakat maka perlu melakukan promosi secara gencar. Manfaatkan semua media yang bisa digunakan untuk promosi, contohnya memanfaatkan media sosial. Buatlah postingan yang menarik di media sosial agar banyak yang melihat dan tertarik membeli. Selain itu, bisa juga dengan mengikuti pameran F&B.
Anda bisa membuka stan di pameran tersebut untuk mengenalkan produk yang dijual. Saat mengikuti pameran ini wajib untuk mempersiapkan sampel makanan untuk dicoba calon konsumen. Selain itu, pastikan juga untuk selalu memberikan pelayanan yang ramah setiap kali ada yang berkunjung ke stan.
Kalau Anda tertarik mengikuti pameran food expo Indonesia bisa ikut SIAL Interfood. Pemeran ini akan diadakan pada tanggal 4-6 November 2026 di JIEXPO Jakarta. Sebelum mengikuti pameran ini sebaiknya persiapkan produk ready to eat yang akan Anda kenalkan di pameran mulai dari sekarang.