Back

Cara Buyer F&B Memilih Tuna Beku Berkualitas

Di dalam industri F&B, kualitas bahan baku tidak hanya diperhatikan saat produk diterima. Buyer juga perlu memastikan bahwa produk memiliki spesifikasi yang sesuai, keamanan terjaga, kemasan mendukung penyimpanan, serta rantai dinginnya dapat dipertahankan hingga produk digunakan. Hal tersebut berlaku pula ketika perusahaan melakukan pengadaan tuna beku dalam jumlah besar dan secara rutin.

Tuna digunakan oleh berbagai pelaku usaha, mulai dari restoran, hotel, katering, hingga perusahaan foodservice. Karena itu, proses pemilihan pemasok perlu dilakukan secara lebih menyeluruh agar produk yang dibeli sesuai dengan kebutuhan produksi dan standar perusahaan.

Tuna Beku untuk Bahan Apa Saja?

Tuna dapat digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai kebutuhan industri makanan. Karakter produk yang dapat disimpan dalam kondisi beku membuatnya lebih mudah dikelola untuk kebutuhan pengadaan dalam jumlah tertentu, terutama bagi bisnis yang membutuhkan pasokan secara berkala.

Dalam rantai pasok F&B, penggunaan tuna beku juga membantu buyer mengatur pengadaan berdasarkan kebutuhan produksi. Produk dapat dipilih berdasarkan jenis potongan, ukuran, spesifikasi, hingga bentuk kemasan yang sesuai dengan proses pengolahan di masing-masing perusahaan.

Bagi perusahaan yang menggunakan tuna sebagai bahan baku, hal tersebut berarti kualitas produk tidak cukup dinilai ketika barang sudah tiba. Buyer perlu melihat bagaimana produk ditangani sejak pemasok, selama pengiriman, hingga diterima di fasilitas perusahaan.

Cara Buyer Memilih Tuna Beku Berkualitas

Terdapat beberapa aspek yang bisa diperhatikan buyer sebelum nantinya memilih produk ataupun pemasok tuna.

Perhatikan Spesifikasi dan Kondisi Produk

Ada baiknya buyer dapat memeriksa jenis tuna, bentuk potongan, ukuran, berat, warna, tekstur, serta kondisi produk ketika diterima.

Produk frozen seafood yang baik seharusnya memiliki spesifikasi yang jelas sehingga buyer dapat membandingkan sampel dengan produk yang akan dipasok secara rutin. Jika perusahaan membutuhkan ukuran atau potongan tertentu, informasi tersebut sebaiknya sudah disepakati sejak awal.

Buyer juga perlu memperhatikan kondisi fisik produk. Perubahan warna yang tidak sesuai, kemasan rusak, kristal es berlebihan, atau tanda-tanda pencairan dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Memastikan Cold Chain Terjaga

Produk harus disimpan dan dikirim pada kondisi suhu yang sesuai agar kualitasnya tetap terjaga. FAO juga mencatat bahwa pengendalian suhu, kemasan, glazing, pengelolaan stok, dan pemeliharaan sistem refrigerasi merupakan bagian dari pengendalian mutu produk tuna beku.

Karena itu, buyer sebaiknya menanyakan bagaimana produk disimpan sebelum pengiriman, jenis kendaraan yang digunakan, serta prosedur yang diterapkan ketika produk berpindah dari fasilitas pemasok ke lokasi pembeli.

Pemeriksaan ini penting karena kualitas seafood beku dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu selama distribusi, bukan hanya oleh kondisi produk ketika pertama kali diproduksi.

Cek Keamanan, Sertifikasi, dan Dokumen

Selain kondisi fisik, buyer perlu memeriksa aspek keamanan pangan dan dokumen pendukung. Informasi seperti asal produk, spesifikasi, tanggal produksi, masa simpan, serta sertifikasi yang dimiliki supplier dapat membantu perusahaan melakukan proses evaluasi dengan lebih terukur.

Mengevaluasi Kemasan dan Informasi Produk

Kemasan tuna beku tidak sekedar melindungi produk ketika di perjalanan. Kemasan harus mampu mendukung penyimpanan beku dan memberikan informasi yang dibutuhkan buyer.

Untuk kebutuhan ikan beku dalam jumlah besar, format dan ukuran kemasan sebaiknya disesuaikan dengan sistem penyimpanan perusahaan. Kemasan yang terlalu besar atau tidak sesuai kapasitas penyimpanan dapat menyulitkan proses penataan stok.

Nilai Konsistensi Supplier

Kualitas produk pada satu kali pengiriman belum tentu menggambarkan kemampuan pemasok secara keseluruhan. Ada baiknya perhatikan apakah pemasok bisa mempertahankan spesifikasi serta kualitasnya ketika pemesanan dilakukan berulang.

Konsistensi menjadi penting karena industri F&B membutuhkan pasokan yang dapat mendukung kegiatan produksi secara berkelanjutan. Karena itu, evaluasi terhadap supplier seafood sebaiknya tidak hanya berfokus pada harga per kilogram.

Dimana Bisa Menemukan Tuna Beku Berkualitas?

Bagi buyer, forum bisnis memberikan kesempatan untuk melihat produk, membandingkan spesifikasi, dan berdiskusi langsung mengenai kapasitas pasokan. Pertemuan langsung juga dapat membantu buyer memahami apakah produk yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Salah satu tempat yang relevan untuk melakukan pencarian dan membangun koneksi bisnis adalah pameran F&B yang mempertemukan produsen, distributor, importir, dan calon pembeli dari berbagai sektor. SIAL Food and Drinks Indonesia sendiri merupakan platform B2B yang ditujukan bagi profesional industri dan mempertemukan buyer dengan pelaku industri makanan dan minuman.

Bagi perusahaan yang sedang mencari pemasok, food expo Indonesia juga dapat menjadi kesempatan untuk membandingkan produk dari beberapa perusahaan dalam satu rangkaian acara. Buyer dapat memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menanyakan spesifikasi, kapasitas, sertifikasi, serta pola distribusi sebelum melanjutkan pembicaraan bisnis.

Khusus bagi buyer Horeca, pertemuan seperti ini dapat membantu memperluas pilihan pemasok sekaligus membuka peluang untuk menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan hotel, restoran, katering, maupun foodservice.

Melihat kualitas dari tuna beku tidak hanya sekedar harga dan tampilan saja. Buyer perlu memeriksa spesifikasi, kondisi fisik, keamanan pangan, sertifikasi, kemasan, rantai dingin, serta kemampuan pemasok dalam menjaga konsistensi pasokan.

Proses evaluasi tersebut akan membantu perusahaan mengurangi risiko mendapatkan produk yang tidak sesuai kebutuhan operasional. Buyer juga dapat melakukan perbandingan secara langsung ketika bertemu dengan calon pemasok dalam forum industri.

Bagi pelaku industri yang sedang mencari jaringan pemasok dan ingin melihat perkembangan produk seafood secara langsung, SIAL Food and Drinks Indonesia dapat menjadi salah satu agenda bisnis yang relevan. SIAL Food and Drinks Indonesia 2026 akan berlangsung pada 4–6 November 2026 di JIEXPO Jakarta, dengan format B2B yang mempertemukan pelaku industri dan profesional F&B.

SIAL Admin
SIAL Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This website stores cookies on your computer. Cookie Policy