Klepon yang lumer manis di mulut, kue lapis yang berlapis rapi, atau bolu kukus yang lembut selalu punya penggemar setia, dan kini pasarnya tidak lagi sebatas pedagang pasar pagi. Kue tradisional mulai masuk ke dapur produksi terpusat, jaringan toko modern, sampai paket hampers korporat. Bagi pelaku F&B, ini tanda bahwa kategori lama punya peluang baru bila dikelola dengan rapi.
Pembelinya beragam. Hotel dan katering memakainya untuk coffee break dan prasmanan, kafe mulai menyajikannya sebagai pendamping kopi, sementara minimarket dan toko buah tangan membutuhkan kemasan yang awet dan menarik. Karena kebutuhan tiap kanal berbeda, memahami peran tiap pelaku jadi langkah pertama sebelum memilih produk.
Dari Dapur Rumahan ke Rantai Pasok Modern
Rantai pasoknya biasanya dimulai dari produsen kecil dan menengah yang menguasai resep turun-temurun. Bahan baku seperti tepung beras, kelapa, dan gula merah dipasok dari supplier lokal, lalu produk jadi disalurkan lewat distributor ke horeca dan retail. Tantangan utamanya ada pada skala produksi dan konsistensi rasa, sehingga produsen yang rapi menjaga standar punya peluang naik kelas.
5 Peluang yang Bisa Digarap
Berikut 5 kelompok produk yang paling sering dilirik pelaku industri, lengkap dengan alasan peluangnya.
Kue Basah untuk Coffee Break dan Katering
Klepon, nagasari, lemper, dan kue lapis termasuk jajanan tradisional yang langsung dikenali pembeli. Produknya cocok untuk coffee break dan katering, tapi umur simpannya pendek sehingga jadwal produksi dan pengiriman harus presisi. Pemasok yang bisa mengirim pagi hari dengan kemasan rapi biasanya lebih dipercaya pelaku horeca.
Kue Kering dan Camilan Tahan Lama
Nastar, kastengel, kue semprit, dan keripik singkong punya masa simpan lebih panjang, jadi lebih fleksibel untuk distributor dan retail. Permintaannya melonjak menjelang hari raya dan akhir tahun, saat paket hampers laris. Dodol, wajik, dan jenang termasuk makanan manis tradisional yang bisa dikemas dalam porsi kecil untuk kantor dan buah tangan.
Produk Khas Daerah yang Naik Kelas
Bakpia, getuk goreng, pia, dan lapis talas dari berbagai kota makin sering dikemas modern untuk dijual di bandara, stasiun, dan toko modern. Sebagai oleh oleh khas, produk ini punya cerita daerah yang mudah dijual. Label lengkap, izin edar, dan kemasan kuat jadi syarat agar produk lolos ke retail yang lebih besar.
Inovasi Rasa dan Format Baru
Jajanan lama kini tampil dengan format baru. Contohnya mochi isi rasa lokal seperti pandan kelapa atau gula aren yang cocok untuk pasar anak muda, serta onde-onde mini dan klepon dalam kemasan beku. Format seperti ini memperluas pasar karena mudah disimpan dan disajikan ulang di kafe maupun layanan antar.
Paket Hampers dan Bundling
Menjelang akhir tahun, paket berisi beberapa jenis kue laris ke perusahaan dan toko. Pelaku usaha yang menyiapkan stok dan kemasan sejak awal biasanya lebih mudah memenuhi pesanan besar. Memulai dari paket kecil dengan label rapi juga cara aman menguji pasar sebelum menambah volume.
Cara Menilai Kualitas dan Kesiapan Pemasok
Cicipi sampel dari beberapa batch untuk melihat konsistensi rasa, tekstur, dan kesegaran. Periksa komposisi, izin edar BPOM, label halal bila perlu, serta tanggal produksi dan kedaluwarsa. Untuk produk berumur simpan pendek, tanyakan jadwal kirim dan armada yang dipakai. Jika ingin membandingkan banyak pemasok sekaligus, pameran F&B adalah cara yang efisien. Dengan standar penilaian yang sama, setiap pemasok kue tradisional bisa dibandingkan secara adil.
Kebutuhan Distribusi dan Penyimpanan
Dikarenakan banyak produk bersifat segar, distribusi jadi kunci. Bagi buyer horeca, kepastian jadwal kirim sering lebih penting daripada diskon sesaat, sebab menu tidak bisa menunggu stok terlambat. Distributor perlu menyiapkan kemasan kokoh, jalur pengiriman cepat, dan sistem FIFO agar barang lama keluar lebih dulu. Untuk produk kering, gudang yang sejuk dan kedap lembap menjaga kerenyahan lebih lama.
Strategi Masuk Pasar bagi Produsen dan Distributor
Bagi produsen kecil, strategi paling aman adalah memulai dari satu atau dua produk andalan, memastikan legalitas lengkap, lalu menjajaki kerja sama dengan distributor atau jaringan toko. Distributor bisa menambah lini kue tradisional untuk kanal horeca, dan brand baru bisa memakai layanan produksi kontrak untuk masuk pasar tanpa dapur sendiri. Inspirasi rasa dan kemasan baru biasanya muncul di food expo Indonesia, dan layak untuk dipantau.
Hal yang Layak Dicermati Sebelum Menambah Stok
Sebelum menambah volume, ada beberapa hal yang layak dicek. Jangan memesan terlalu banyak produk segar sebelum tahu mana yang laku, dan jangan memilih hanya karena harga murah tanpa menguji konsistensi. Hindari kontrak jangka panjang tanpa masa uji coba yang jelas. Mulailah dari pesanan kecil, catat varian yang paling cepat habis, lalu tambah volume bertahap.
Jajaki Mitra Kuliner Nusantara di SIAL
Sebelum menetapkan lini produk, ada baiknya Anda melihat sendiri siapa saja pemainnya. Datanglah ke SIAL Food and Drinks pada 4-6 November 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, ajang dagang B2B internasional untuk sektor makanan dan minuman yang memudahkan pelaku usaha menemukan mitra baru.
Di sana Anda bisa bertemu produsen, distributor, dan supplier kue tradisional dari berbagai daerah, mencicipi sampel, menanyakan izin edar dan masa simpan, lalu membawa pulang beberapa penawaran untuk dibandingkan. Siapkan daftar kebutuhan produk dan target pasar agar tiap pertemuan langsung mengarah pada kerja sama yang jelas.