Back

4 Strategi Bisnis Pempek Frozen untuk Retail dan Horeca

Bisnis pempek frozen memiliki peluang untuk berkembang di kanal retail dan horeca karena produk dapat disimpan lebih lama dan didistribusikan ke wilayah yang lebih luas dibandingkan produk siap santap. Bagi produsen, karakter ini membuka kesempatan untuk memperluas pasar tanpa harus mengandalkan penjualan di satu lokasi.

Namun, masuk ke pasar B2B membutuhkan strategi yang berbeda. Retail membutuhkan produk dengan spesifikasi, kemasan, dan pasokan yang konsisten, sementara horeca lebih banyak mempertimbangkan efisiensi penggunaan, kualitas setelah dimasak, serta kontinuitas pengadaan.

Strategi Mengembangkan Pempek Frozen untuk Pasar B2B

Sebelum memperluas distribusi, produsen pempek frozen perlu menentukan kebutuhan masing-masing kanal. Produk yang ditujukan untuk supermarket belum tentu memiliki spesifikasi yang sama dengan produk untuk restoran atau katering. Berikut empat strategi untuk membangun bisnis yang lebih siap masuk ke kedua segmen tersebut.

1. Bedakan Format Produk Berdasarkan Kanal Penjualan

Langkah awal adalah menentukan format produk berdasarkan cara pelanggan bisnis menggunakannya. Retail dan horeca memiliki pola kebutuhan yang berbeda sehingga satu format produk belum tentu cocok untuk semuanya.

Untuk retail, produsen dapat mempertimbangkan ukuran kemasan, jumlah potongan per pack, informasi produk, dan kemudahan penyimpanan di freezer. Produk juga perlu memiliki tampilan yang cukup informatif agar buyer retail dapat memahami spesifikasinya sebelum memasukkan produk ke dalam katalog.

Sementara itu, kebutuhan horeca lebih banyak berkaitan dengan efisiensi operasional. Restoran, hotel, katering, dan bisnis foodservice mungkin membutuhkan ukuran kemasan yang lebih besar karena produk digunakan sebagai bagian dari menu dalam volume tinggi.

2. Perkuat Kemasan dan Standar Produk

Kemasan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar melindungi produk. Dalam rantai distribusi jajanan frozen, kemasan harus mampu membantu menjaga kondisi produk selama penyimpanan dan pengiriman.

Produsen perlu menentukan material, ukuran, sistem penutupan, serta informasi yang dicantumkan berdasarkan kebutuhan kanal. Label juga sebaiknya memuat informasi penting seperti komposisi, berat bersih, cara penyimpanan, petunjuk pengolahan, dan masa simpan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk pempek frozen, konsistensi ukuran dan berat setiap produk juga penting bagi buyer. Retail membutuhkan produk yang seragam untuk memudahkan pengelolaan SKU, sedangkan horeca membutuhkan hasil yang konsisten agar porsi dan biaya produksi lebih mudah dikendalikan.

Standar tersebut perlu diterapkan sejak proses produksi. Semakin besar skala distribusi, semakin sulit mempertahankan kepercayaan buyer jika kualitas produk berubah-ubah dari satu batch ke batch berikutnya.

3. Bangun Distribusi dan Pengelolaan Cold Chain

Produk frozen membutuhkan cold chain yang terencana agar kualitas tetap terjaga. Produsen perlu menentukan wilayah distribusi, kapasitas penyimpanan, jadwal pengiriman, serta penanggung jawab setiap tahap distribusi.

Distributor dapat membantu produsen memasuki wilayah baru tanpa membangun jaringan logistik sendiri. Fasilitas penyimpanan dan jaringan pelanggan distributor dapat memperluas jangkauan penjualan secara lebih efisien.

Kategori frozen snack sendiri memiliki kebutuhan distribusi yang serupa. Karena itu, produsen dapat memanfaatkan jaringan yang sama untuk memperluas portofolio produk apabila kapasitas produksi dan logistik memungkinkan.

4. Perluas Pasar Melalui Kemitraan B2B

Retail dapat menjadi jalur untuk meningkatkan jangkauan produk ke konsumen akhir, sedangkan horeca membuka peluang penggunaan produk dalam menu dan layanan makanan. Selain restoran dan hotel, produsen juga dapat menyasar katering, kantin, cloud kitchen, distributor bahan makanan, serta penyedia foodservice lainnya.

Produk snack frozen dan cemilan frozen dapat menjadi bagian dari portofolio yang ditawarkan kepada buyer dengan kebutuhan berbeda. Diversifikasi seperti ini dapat membantu produsen mengoptimalkan kapasitas produksi sekaligus memberikan lebih banyak pilihan kepada mitra distribusi.

Namun, perluasan pasar tetap perlu disertai evaluasi kapasitas. Pesanan dalam jumlah besar memang menarik, tetapi produsen harus memastikan kemampuan produksi, penyimpanan, pengiriman, dan pengendalian kualitas mampu mengikuti peningkatan permintaan.

Mengubah Produk Lokal Menjadi Peluang Pasar Lebih Luas

Pempek memiliki identitas yang kuat sebagai produk kuliner Indonesia. Dalam bentuk frozen, karakter tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih mudah dipasarkan lintas wilayah. Tantangannya adalah mengubah produk yang awalnya dikenal sebagai kuliner khas daerah menjadi produk B2B dengan standar produksi dan distribusi yang dapat diandalkan.

Pengembangan tersebut membutuhkan pemahaman terhadap kebutuhan buyer. Retail mungkin lebih memperhatikan format SKU, kemasan, shelf life, dan kecepatan perputaran produk. Sementara itu, buyer horeca akan lebih banyak melihat konsistensi rasa, ukuran, hasil setelah dimasak, harga per porsi, serta kemudahan pengadaan.

Pertemuan dengan calon mitra dapat membantu produsen memahami kebutuhan tersebut secara langsung. Pameran F&B menjadi salah satu tempat yang relevan untuk mempertemukan produsen makanan dengan distributor, retail, horeca, dan pelaku foodservice.

Dalam skala industri, food expo Indonesia juga dapat menjadi momentum untuk melihat tren produk frozen sekaligus menemukan peluang kerja sama baru. Interaksi langsung dengan buyer memungkinkan produsen mendapatkan masukan yang mungkin tidak terlihat dari data penjualan saja.

Membawa Pempek ke Kanal Distribusi yang Lebih Luas

Pengembangan bisnis pempek untuk retail dan horeca membutuhkan lebih dari sekadar produk yang mampu bertahan dalam penyimpanan beku. Format produk, standar kualitas, kemasan, cold chain, serta jaringan distribusi perlu dibangun sebagai satu kesatuan agar bisnis mampu memenuhi kebutuhan buyer secara konsisten.

SIAL Food and Drinks di JIEXPO Jakarta pada 4-6 November 2026 dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, bertemu pelaku industri, dan membuka koneksi bisnis baru. Dengan strategi yang tepat, pempek frozen dapat berkembang dari produk khas daerah menjadi salah satu pilihan produk frozen yang memiliki jangkauan pasar lebih luas.

SIAL Admin
SIAL Admin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This website stores cookies on your computer. Cookie Policy