Jahe sudah lama menjadi salah satu komoditas unggulan di industri Food & Beverage (F&B). Tak hanya dikenal sebagai rempah dengan cita rasa khas, tanaman obat ini juga memiliki nilai tambah karena kerap dikaitkan dengan gaya hidup sehat dan inovasi produk.
Memasuki tahun 2026, tren penggunaan rempah ini di industri F&B diperkirakan akan terus berkembang, didorong oleh peningkatan konsumen terhadap produk berbahan alami, minuman fungsional serta makanan yang menawarkan pengalaman rasa autentik.
Bagi pelaku industri, kondisi ini menghadirkan peluang menarik. Mulai dari produsen bahan baku, perusahaan pengolahan pangan, pelaku Horeca (Hotel, Restaurant dan Café), distributor sampai eksportir bisa memanfaatkan peningkatan minat pasar terhadap produk rempah rempah ini.
Permintaan yang Terus Meningkat
Perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan produk rempah ini. Konsumen saat ini semakin memperhatikan komposisi bahan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Produk berbahan alami, rasa autentik dan proses produksi yang transparan semakin diminati.
Jahe atau ginger menjadi bahan yang mudah diaplikasikan ke beragam kategori produk, misalnya:
- Minuman herbal siap minum
- Minuman berbasis susu
- Teh dan infus rempah
- Kopi dengan campuran ginger
- Minuman berkarbonasi dengan cita rasa rempah
- Sirup dan konsentrat
- Permen, biskuit serta produk bakery
Fleksibilitas tersebut membuatnya tak hanya relevan untuk produsen minuman tradisional, namun juga bagi perusahaan yang ingin berinovasi pada lini produk modern.
Inovasi Produk Menjadi Pendorong Pertumbuhan
Tren F&B 2026 menunjukkan bahwa konsumen tak hanya mencari rasa “enak”, namun juga pengalaman baru. Hal ini mendorong perusahaan untuk mengembangkan beragam kombinasi rasa dengan rempah ini sebagai bahan utama ataupun pendukung.
Beberapa inovasi yang semakin banyak ditemukan antara lain:
- Sparkling ginger drink
- Ginger latte
- Cold brew coffee dengan ekstrak ginger
- Kombucha dengan ginger
- Mocktail berbasis rempah
- Saus dan bumbu dapur dengan sentuhan ginger
Selain memberikan karakter rasa yang kuat, ginger juga membantu menciptakan diferensiasi produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Peluang Besar untuk Industri Horeca
Sektor Horeca juga menjadi salah satu pengguna utama produk berbahan jahe. Hotel, restoran dan kafe terus mencari menu baru yang bisa menarik perhatian pelanggan sekaligus memberikan nilai tambah.
Ginger bisa dimanfaatkan untuk beragam menu, dari minuman hangat, minuman dingin, desert sampai hidangan utama. Banyak buyer Horeca juga mulai bekerja sama dengan supplier untuk mendapatkan bahan baku berkualitas yang konsisten, baik dalam bentuk ginger segar ataupun produk olahan seperti bubuk, pasta, ekstrak atau puree.
Kondisi ini menghadirkan peluang kerja sama yang semakin luas antara produsen bahan baku dengan sektor jasa makanan dan minuman.
Peluang Pasar Ekspor Masih Menjanjikan
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil spices, termasuk ginger. Dengan meningkatnya ketertarikan pasar global terhadap produk berbahan alami, peluang ekspor produk ginger ataupun produk olahan herbs masih sangat terbuka.
Tak hanya fresh ginger, permintaan juga berkembang untuk beragam produk bernilai tambah, diantaranya:
- Bubuk ginger
- Konsentrat
- Minuman instan
- Ekstrak ginger
- Minyak atsiri
- Produk makanan olah berbasis ginger
Untuk perusahaan yang mempunyai kapasitas produksi dan standar kualitas yang baik, tren ini bisa menjadi momentum untuk memperbesar pasar ke banyak negara.
Hal yang Dicari Buyer
Seiring meningkatnya pilihan di pasar, buyer saat ini mempunyai ekspektasi lebih tinggi terhadap supplier. Mereka tak hanya mempertimbangkan harga, namun juga memperhatikan kualitas dan kesiapan supplier.
Berikut beberapa hal yang secara umum menjadi perhatian buyer:
- Konsistensi kualitas produk
- Keamanan pangan dan higienitas proses produksi
- Sertifikasi relevan
- Kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar
- Kejelasan asal bahan baku
- Kemampuan mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar
- Keandalan distribusi dan pengiriman
Supplier yang dapat memenuhi aspek tersebut nantinya mempunyai peluang lebih besar untuk membangun kerja sama jangka panjang.
Mengapa Kategori Produk Ini Relevan bagi Exhibitor?
Bagi exhibitor, kategori jahe menawarkan kesempatan untuk menjangkau buyer dari beragam segmen industri. Tak hanya produsen makanan dan minuman, namun juga distributor, importir, retailer, pelaku Horeca hingga perusahaan manufaktur yang mencari bahan baku inovatif.
Selain memamerkan produk, exhibitor juga bisa memperkenalkan teknologi pengolahan, solusi packaging, produk turunan hingga konsep inovasi yang bisa menjadi inspirasi untuk calon pelanggan.
Dengan interaksi secara langsung di pameran, proses negosiasi, uji produk dan diskusi teknis bisa berjalan lebih efektif dibandingkan komunikasi jarak jauh.
Mengapa Buyer Perlu Mengikuti Pameran Food & Beverage?
Bagi buyer, pameran F&B adalah tempat yang efisien untuk membandingkan banyak supplier di satu lokasi. Mereka bisa mengevaluasi kualitas produk secara langsung, berdiskusi tentang kapasitas produksi, memahami sertifikasi yang dimiliki supplier hingga menjajaki peluang kolaborasi bisnis.
Tak hanya itu, pameran juga menjadi sumber informasi tentang tren pasar terbaru, inovasi produk berikut teknologi yang bisa meningkatkan daya saing perusahaan.
Di tengah perkembangan industri F&B yang sangat dinamis, mendapatkan informasi secara langsung dari pelaku industri merupakan nilai tambah yang sulit didapatkan hanya dengan pencarian online.
Menangkap Peluang Tren 2026
Permintaan terhadap produk ginger diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2026, didukung oleh meningkatnya minat konsumen akan produk alami, inovatif dan bernilai tambah. Kondisi ini menghadirkan peluang besar untuk memperluas bisnis dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Jika ingin menemukan supplier produk jahe berkualitas, menemukan inovasi terbaru industri F&B serta membangun kemitraan bisnis dengan pelaku industri dari berbagai sektor maka bisa dengan mengunjungi SIAL Food and Drinks 2006 yang akan berlangsung pada 4-6 November 2026 di JIEXPO Jakarta.
Food expo Indonesia ini menghadirkan produsen, distributor, importir, eksportir hingga penyedia teknologi dan solusi F&B di satu lokasi. Manfaatkan kesempatan ini untuk menemukan peluang bisnis baru yang bisa mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.