Ketumbar atau coriandrum sativum merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang banyak digunakan untuk membuat berbagai macam menu masakan. Rempah ini bisa dipakai untuk membuat masakan modern, tradisional atau membuat makanan olahan.
Meningkatnya permintaan akan produk ini membuat pelaku horeca dan retail mulai menjalankan bisnis jual beli produk ini. Kalau tertarik dengan bisnis produk ini sebaiknya lihat peluang komersial dan target buyer dari produk ini dengan membaca ulasan singkat di bawah ini.
Peluang Komersial dari Bisnis Ketumbar
Bisnis rempah rempah ini termasuk bisnis yang memiliki peluang komersial cukup tinggi. Berikut ini beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku bisnis yang menjalani bisnis ini.
Permintaan Konsisten
Produk ini mempunyai posisi yang sangat penting dalam industri F&B yaitu menjadi bahan utama untuk berbagai jenis menu makanan, mulai dari makanan Indonesia sampai dengan makanan dari luar negeri. Selain itu, produk ini juga sering dipakai menjadi bahan utama dalam pembuatan cemilan olahan, saos dan bumbu instan.
Berkat fungsi dan manfaat yang begitu banyak membuat banyak pihak membutuhkan bumbu dapur ini sehingga permintaan produk ini selalu konsisten. Selain itu, permintaan akan produk ini juga mengalami peningkatan seiring berkembangnya industri makanan dan minuman.
Peluang Ekspor
Rempah ini tidak hanya laku di pasar domestik saja tapi juga laku keras di pasar internasional. Pelaku bisnis bisa mengekspor produk ini ke negara-negara yang tidak bisa menghasilkan rempah dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan warganya, contohnya Timur Tengah, Eropa dan Amerika Serikat.
Ketiga negara tersebut memerlukan spices dalam volume yang besar untuk industri farmasi dan makanan. Kalau pelaku bisnis bisa menyediakan rempah dengan kualitas yang baik dan jumlah yang konsisten maka bisa mudah masuk pasar yang internasional.
Diversifikasi Produk
Peluang lainnya adalah membuat produk baru yang terbuat dari ketumbar, contohnya obat herbal, ekstrak rempah dan minyak esensial. Produk turunan ini mempunyai pasar di industri kosmetik dan farmasi. Jadi dengan menjual produk ini, pelaku bisnis tidak hanya bisa menembus industri makanan dan minuman saja tapi juga bisa masuk ke industri farmasi ataupun kosmetik yang menjanjikan keuntungan lebih banyak.
Target Buyer pada Bisnis Ketumbar
Target buyer untuk bisnis ini terbilang cukup luas, hampir semua sektor di industri makanan dan minuman membutuhkan produk ini. Berikut ini beberapa contoh target buyer potensial untuk bisnis ini.
Retail Modern
Bisnis rempah atau herbs mampu menjangkau pasar retail seperti supermarket, minimarket, hypermarket, toko online dan toko bahan makanan. Mereka sangat membutuhkan pasokan produk ini dalam berbagai kemasan, mulai dari kemasan kecil sampai dengan kemasan besar. Umumnya pelaku retail meminta produk dengan kemasan yang sudah sesuai standar keamanan dan kebersihan pangan.
Industri Pengolahan Makanan
Industri pengolahan makanan juga memerlukan produk ini. Mereka memanfaatkan produk ini menjadi bahan baku untuk membuat bumbu instan, makanan beku, snack dan saos. Rata-rata pelaku bisnis yang bergerak di industri ini memerlukan pasokan dalam jumlah yang banyak agar bisa memproduksi barang sesuai kebutuhan konsumen. Kalau pelaku bisnis ingin menjangkau industri ini sebaiknya ikuti pameran F&B agar produk makin dikenal.
Pelaku Horeca
Buyer horeca merupakan target utama dalam bisnis ini. Kalau bisa menjangkau sektor ini maka keuntungan yang diperoleh bisa sangat besar karena sektor ini memerlukan pasokan yang konsisten dan jumlahnya banyak. Produk yang dibutuhkan sektor ini harus berkualitas tinggi agar bisa memenuhi standar operasional cafe, hotel dan restoran.
Kebutuhan Distribusi Bisnis Ketumbar
Untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumen maka pelaku bisnis harus bisa melakukan distribusi barang dengan baik. Agar proses pengiriman barang berjalan lancar maka perlu menyediakan ketumbar dengan kualitas terbaik. Produk ini harus terbebas dari kontaminasi, pestisida berbahaya dan bahan pengawet.
Selain itu, produk harus di lengkapi sertifikasi halal dan organik agar nilai jualnya lebih tinggi. Pelaku bisnis juga harus memperhatikan kemasan produk karena yang namanya kemasan sangat mempengaruhi kesegaran serta aroma rempah.
Kalau ingin produknya tetap segar dan kualitasnya tidak menurun maka harus memilih kemasan yang tepat, contohnya menggunakan kemasan karung, plastik vakum atau botol kaca. Kemasan produk juga harus memenuhi standar ramah lingkungan dan keamanan pangan.
Selain itu, perlu juga untuk menjalin kerja sama dengan distributor yang berpengalaman dan memiliki jaringan distribusi yang luas. Untuk memperoleh distributor seperti ini tidaklah sulit, pelaku bisnis cukup mengikuti atau mendatangi food expo Indonesia yang menjadi tempat berkumpulnya distributor terbaik di Indonesia.
Strategi Masuk Pasar Makanan dan Minuman
Kalau ingin memperoleh keuntungan yang banyak maka harus bisa memasuki industri F&B. Untuk masuk ke industri ini tidak sulit, caranya adalah menawarkan produk bersertifikasi dan berkualitas. Kalau Anda bisa menyediakan produk yang kualitasnya bagus, bebas pestisida, dan mempunyai sertifikasi organik serta halal maka akan mudah mendapatkan konsumen dari industri ini.
Selain itu, Anda juga harus bisa membangun jaringan kemitraan yang strategis dengan semua pelaku industri F&B, mulai dari agen, supplier, distributor dan produsen. Untuk menjalin kerja sama dengan semua pihak tersebut caranya mudah yaitu sering mengikuti pameran makanan dan minuman seperti SIAL Food and Drinks.
Pengunjung maupun peserta pameran ini banyak yang mencari ketumbar berkualitas sehingga potensi mendapatkan konsumen dari pameran ini sangatlah besar. Kalau tertarik mengikuti pameran ini sebagai pengunjung atau peserta bisa langsung datang ke JIEXPO Jakarta pada tanggal 4 sampai 6 November.