Produk makanan shelf stable merupakan salah satu produk pangan yang sangat laku di industri makanan dan minuman. Produk ini disukai karena masa penyimpanannya cukup panjang dan metode pengolahannya juga sangat praktis.
Jenis produk ini juga sangat beragam, mulai dari makanan siap santap, makanan kemasan kaleng, makanan kering sampai dengan makanan retort. Dari sekian banyak jenis makanan yang sudah beredar di pasaran, hanya ada beberapa yang populer. Berikut ini beberapa contoh tren produk makanan yang sedang populer saat ini.
Tren Makanan Shelf Stable Terpopuler
Kepopuleran makanan tahan lama membuat pelaku bisnis banyak yang tertarik untuk menjualnya. Persaingan ini mendorong pelaku bisnis menciptakan inovasi baru yang membuat produk menjadi lebih menarik dan berbeda dengan yang lainnya. Berikut ini beberapa contoh tren baru dari produk makanan yang satu ini.
Makanan Berbasis Nabati
Makanan shelf stable banyak yang sudah menggunakan bahan alami atau nabati, seperti jamur, kacang-kacangan dan biji-bijian. Bahan-bahan ini diolah menjadi berbagai macam jenis makanan, seperti cemilan, makanan siap makan, saos, sup yang mudah disimpan.
Bahan-bahan tersebut digunakan karena mempunyai kandungan protein dan serat yang cukup tinggi. Selain itu, bahan nabati juga mempunyai rasa dan tekstur sangat khas yang cocok dengan selera konsumen. Produk makanan retort ini biasanya dibuat dengan kemasan yang tahan simpan dan cocok sekali digunakan oleh konsumen yang ingin mengurangi konsumsi daging atau menambah variasi makanan.
Makanan dengan Nutrisi Lengkap
Makanan yang umumnya ditemukan di rak bukan lagi makanan instan saja tapi ada juga makanan yang memiliki kandungan nutrisi lengkap. Makanan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern yang sangat memperhatikan kesehatan tubuh.
Makanan ini dirancang secara khusus agar bisa mengenyangkan dan juga menyehatkan tubuh dalam waktu yang bersamaan. Kandungan nutrisi yang tersedia dalam makanan ini cukup beragam yaitu kandungan serat dan protein.
Contoh produk ini adalah sup dengan biji-bijian dan kacang-kacangan. Retort food ini cocok untuk semua kalangan usia karena bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Meskipun begitu, tidak boleh mengonsumsi terlalu banyak karena semua yang berlebihan tidak baik untuk tubuh.
Makanan dengan Label Sederhana
Produsen sekarang mulai memproduksi produk makanan yang memiliki label yang sederhana. Produk ini diciptakan untuk memenuhi permintaan konsumen yang ingin mengetahui komposisi produk secara menyeluruh.
Label ini bukan menunjukkan bahwa produk hanya memakai bahan dengan jumlah terbatas saja, melainkan memberikan informasi yang jelas mengenai fungsi dan bahan makanan agar mudah dibaca dan dipahami oleh konsumen.
Produsen bisa menjelaskan informasi mengenai kandungan alergen, jenis minyak, penggunaan bahan tambahan dan sumber protein tanpa harus membuat klaim yang terlalu berlebihan.
Selain itu, produsen makanan kaleng juga mencantumkan informasi mengenai cara penyajian dan penyimpanan. Dengan adanya petunjuk yang jelas dari produsen maka konsumen bisa menggunakan produk dengan benar dan bisa merasakan semua manfaat dari produk yang dikonsumsi.
Makanan dengan Cita Rasa Fusion
Banyak konsumen mendatangi pameran F&B untuk mencoba makanan yang rasanya berasal dari berbagai daerah dan negara. Hal ini membuka peluang untuk pelaku bisnis menciptakan makanan-makanan dengan rasa yang bervariasi di rak display.
Produsen mulai menggabungkan rasa Nusantara dengan rasa internasional untuk menciptakan rasa baru yang dapat memuaskan rasa penasaran konsumen terhadap cita rasa global. Contohnya adalah membuat menu makanan modern dengan bumbu rempah-rempah khas Nusantara.
Umumnya rasa yang dipadukan lebih dari satu rasa, misalnya memadukan rasa gurih, pedas, asam dan fermentasi ke dalam satu produk makanan. Buyer horeca sangat suka dengan perpaduan rasa ini karena dapat memberikan pengalaman menyantap makanan yang sangat menyenangkan.
Makanan dengan Porsi Fleksibel
Pola konsumsi konsumen sekarang sangatlah beragam, ada konsumen yang hanya membutuhkan porsi kecil dan ada yang membutuhkan porsi besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Permintaan akan produk dengan kemasan yang lebih beragam ini menuntut produsen untuk menciptakan makanan shelf stable yang porsinya fleksibel.
Produsen banyak yang menyediakan produk dengan kemasan yang beragam, mulai dari kemasan kecil, sedang dan besar. Selain itu, produsen juga menyediakan produk secara terpisah, seperti lauk dan saos pada kemasan yang berbeda. Produk seperti ini dibuat agar konsumen bisa menyesuaikan sendiri cara penyajian dan porsi yang diinginkan.
Tantangan yang Harus Diwaspadai di Industri Makanan Shelf Stable
Meskipun bisnis makanan ini cukup menjanjikan, namun ada banyak tantangan yang harus bisa dihadapi pelaku bisnis ketika menjalankan bisnis makanan shelf stable. Salah satu contoh tantangannya adalah harus menjaga konsistensi mutu, keamanan pangan serta masa simpan yang lama tanpa mengurangi rasa makanan.
Pelaku bisnis juga harus menghadapi tantangan perubahan bahan baku yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Tantangan ini mengharuskan pelaku bisnis agar bisa menghemat biaya operasional untuk membeli bahan ataupun untuk produksi makanan agar keuntungan yang didapatkan bisa digunakan untuk menutup biaya operasional dan menambah penghasilan.
Tantangan yang terakhir adalah tren konsumen selalu mengalami perubahan, kadang membutuhkan makanan yang sehat dan mengenyangkan, kadang memerlukan makanan yang murah dan praktis. Agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang berubah-ubah maka perlu mencari informasi tentang tren makanan yang sedang populer dengan cara mendatangi food expo Indonesia.
Salah satu pameran yang bisa Anda kunjungi adalah SIAL Food and Drinks 2026. Pameran ini menjadi sumber informasi tren makanan shelf stable dan minuman yang sedang populer saat ini. Anda juga bisa mendapatkan berbagai macam informasi seputar dunia F&B dari peserta yang mengikuti pameran ini. Anda dapat mengunjungi pameran ini pada tanggal 4 sampai 6 November di JIEXPO Jakarta.