Frozen bakery merupakan produk yang sangat diminati masyarakat modern karena menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam pengolahan. Selain disukai konsumen, produk ini juga sangat disukai pelaku retail maupun horeca. Mereka suka dengan produk ini karena bisa menghasilkan banyak uang jika dijual.
Selain itu, produk ini juga bisa dikembangkan menjadi berbagai macam model bisnis cukup menjanjikan yang bisa dijalani pelaku bisnis di sektor retail dan horeca. Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai model-model bisnis dari produk ini.
Model Bisnis Frozen Bakery yang Patut Dicoba
Bisnis roti frozen mulai banyak dijalani karena terbukti menguntungkan dan tidak membutuhkan terlalu banyak modal. Selain itu, model bisnisnya juga cukup beragam sehingga tidak sulit untuk menemukan model bisnis yang tepat sesuai kemampuan dan modal yang dimiliki. Dari sekian banyak model bisnis yang ada saat ini hanya ada beberapa yang patut untuk dicoba, berikut ini beberapa contohnya.
Menawarkan Adonan Roti
Bisnis ini tidak hanya menjual roti yang sudah jadi saja, tapi juga bisa menjual frozen dough. Model bisnis ini mempunyai target pasar yang sangat luas, mulai dari rumah tangga sampai dengan usaha kecil yang tidak ingin membuat adonan sendiri.
Ada banyak jenis adonan yang bisa Anda tawarkan ke konsumen, diantaranya adalah adonan roti tawar, roti manis, donat atau pizza. Kunci utama dalam menjalankan bisnis ini adalah menyediakan petunjuk penggunaan adonan yang mudah dipahami oleh semua orang.
Anda harus mencantumkan tata cara penyimpanan, waktu yang dibutuhkan untuk mencairkan adonan frozen bakery dan suhu pemanggangan yang tepat. Selain itu, usahakan untuk menggunakan kemasan yang dapat memberikan perlindungan penuh dari freezer burn dan udara.
Menyediakan Roti Setengah Matang
Selain menjual adonan, Anda juga bisa menawarkan roti yang masih setengah matang. Ada beberapa jenis roti yang bisa dijual dalam kondisi setengah matang, diantaranya adalah roti gulung, baguette dan juga croissant frozen.
Target pasar untuk bisnis ini cukup luas, mulai dari minimarket, rumah tangga dan kafe kecil yang ingin menyajikan menu roti hangat tanpa harus membuat dari awal. Untuk mencapai target pasar ini, Anda harus bisa menyediakan produk yang memiliki tingkat kematangan yang tepat.
Anda tidak boleh menjual roti yang terlalu matang karena saat dipanaskan menjadi terlalu kering. Kalau kurang matang biasanya setelah dipanaskan tidak matang secara merata khususnya pada bagian dalam roti. Maka dari itu, perlu sekali untuk memperhatikan proses produksi yang dilakukan agar bisa menghasilkan produk yang disukai buyer horeca.
Menjual Roti Matang
Bakery frozen juga bisa dijual dalam kondisi matang. Produk yang bisa dijual dalam kondisi matang cukup beragam, mulai dari muffin, cinnamon roll sampai dengan roti isi. Produk ini sangat cocok untuk konsumen yang tidak mempunyai pemahaman mengenai teknik memanggang dan lebih mengutamakan kemudahan serta kecepatan.
Kalau ingin menjual produk roti ini bisa menjualnya secara online di toko daring atau menawarkannya di pameran F&B. Anda bisa menawarkan roti dengan ukuran dan kemasan yang bervariasi agar bisa menjangkau semua kalangan masyarakat.
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan tampilan produk sebelum dan sesudah dipanaskan. Pastikan membuat roti yang tampilannya tidak berubah setelah dipanaskan. Anda juga perlu mencantumkan informasi tentang cara memanaskan menggunakan microwave, air fryer atau oven agar konsumen bisa mengolah roti ini dengan benar.
Menjual Merk Roti Beku
Kalau menginginkan keuntungan besar dari bisnis frozen bakery sebaiknya coba membangun merk sendiri dan menjualnya langsung ke konsumen. Anda bisa menciptakan roti yang berbeda dari roti yang ada di pasaran, misalnya roti dari bahan lokal atau roti dengan ukuran custom yang disesuaikan dengan permintaan konsumen.
Dengan menjual produk secara langsung maka Anda bisa memiliki kendali penuh atas penetapan harga dan komunikasi dengan konsumen. Anda dapat menjual produk ini melalui situs online, media sosial, reseller, marketplace atau toko khusus yang menyediakan makanan beku.
Menggabungkan Paket Usaha dengan Penjualan Produk
Kalau Anda memiliki modal yang cukup besar maka bisa mencoba menawarkan frozen bakery dengan paket usaha, contohnya menawarkan produk beku dengan alat pemanas, materi promosi, bahan pelengkap serta pelatihan penyajian. Model bisnis ini bisa membantu konsumen yang ingin memulai usaha kecil-kecilan.
Agar paket yang ditawarkan bisa laku di pasaran sebaiknya sediakan paket yang dirancang khusus berdasarkan kebutuhan konsumen. Anda juga harus menyertakan panduan sederhana tentang cara menyimpan, memanaskan, menghitung porsi serta menjaga konsistensi kualitas. Selain itu, jangan lupa promosikan paket usaha di food expo Indonesia agar lebih cepat dikenal.
Hal yang Harus Dipersiapkan Saat Memulai Bisnis Roti Beku
Bisnis roti ini bisa berjalan lancar kalau Anda melakukan persiapan yang matang. Salah satu persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan sertifikasi dan juga dokumen legalitas. Anda harus bisa mendapatkan dokumen izin usaha untuk menjual produk ini dan juga sertifikasi untuk setiap produk yang dijual.
Dokumen-dokumen ini sangat wajib dimiliki karena dapat menjadi bukti bahwa produk yang dijual sudah terbukti aman dikonsumsi. Selain itu, Anda juga harus mempersiapkan tempat untuk menyimpan roti beku. Pastikan menyediakan tempat yang sudah dilengkapi sistem pengaturan suhu otomatis yang dapat menjaga produk tetap beku.
Kalau persiapannya sudah matang, selanjutnya tinggal memasarkan frozen bakery. Gunakan metode yang efisien seperti memasarkan di pameran makanan dan minuman, contohnya SIAL Food and Drinks. Pameran ini layak diikuti karena pengunjungnya banyak dan merupakan tempat terbaik untuk mengenalkan produk makanan baru. Anda dapat mengikutinya di tanggal 4 sampai 6 November 20206 bertempat di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.